Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Imbas Lockdown Malaysia, Ribuan TKI Pilih Pulang ke Indonesia
DUMAI - Akibat lockdown yang dilakukan Malaysia, ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memilih pulang ke kampung halaman.
Pelabuhan Domestik Bandar Sri Junjungan Kota Dumai menjadi salah satu pintu masuk para TKI yang pulang ke Indonesia.
Sebanyak 82 TKI sudah kembali ke Indonesia melalui Pelabuhan BSJ Kota Dumai sejak Kamis (26/3/2020) hingga Jumat (27/3/2020). Dengan rincian hari pertama 21 orang dan hari kedua sebanyak 61 orang.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Mereka diberangkatkan dari Malaysia menuju Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau. TKI jurusan Sumatera dipulangkan melalui Dumai menggunakan Kapal Ferry Dumai Line dan Batam Jet.
Setibanya di Dumai mereka langsung diberangkatkan ke daerah asal menggunakan bus komersil menuju kampung halaman.
Indra Wahyudi salah satu TKI yang tiba di pelabuhan Dumai mengatakan dirinya memilih pulang karena di Malaysia memberlakukan Lockdown sejak wabah virus Corona menyerang Negeri Jiran.
Indra mengaku sudah 10 tahun bekerja di Malaysia sebagai kontraktor.
"Saya sudah 10 tahun bekerja di Malaysia sebagai kontraktor. Akibat Lockdown saya harus pulang karena di Malaysia tidak ada aktivitas. Semua perkantoran tutup, pertokoan juga banyak tutup tidak ada aktivitas apapun," kata Indra, Jumat (27/3/2020) di pelabuhan BSJ Dumai.
Indra mengaku masuk ke Malaysia sebagai TKI melalui jalur resmi menggunakan visa kerja.
"Saya masuk ke Malaysia resmi bang. Ada visa kerjanya, visa saya masih berlaku sampai September 2020. Lantaran Lockdown saya terpaksa pulang karena di sana (Malaysia) sudah tidak ada aktivitas, dan semua toko tutup," terangnya.
Tidak semua TKI bernasib sama seperti Indra Wahyudi yang sudah bekerja selama 10 tahun, TKI asal Sumatera Utara yang enggan menyebutkan namanya mengaku baru dua bulan bekerja di Malaysia namun harus kembali ke Indonesia akibat Lockdown.
"Baru dua bulan bang saya di Malaysia, belum dapat duit udah disuruh pulang, stres saya uang sudah habis untuk buat paspor tapi gak bisa kerja," katanya sambil berjalan membawa barang bawaan dari Malaysia menuju bus yang akan mengangkut ia kembali ke kampung halaman.
Diberitakan sebelumnya, puluhan TKI asal Malaysia dipulangkan melalui pelabuhan BSJ Kota Dumai.
Untuk mencegah masuknya virus Corona atau COVID-19 ke Indonesia, Dumai khususnya sejumlah protokol kesehatan dilaksanakan di pelabuhan domestik BSJ Kota Dumai dipimpin langsung Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudistira, Jumat (27/3/2020).
Polres Dumai memasang alat Automatic Antiseptic Chamber atau ruang antiseptik otomatis di Pelabuhan Domestik BSJ.
Meskipun sudah mengantongi kartu kewaspadaan kesehatan atau health alert card (HAC) dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), setiap penumpang yang baru turun dari kapal wajib melalui alat tersebut untuk disemprot desinfektan agar para penumpang steril dari COVID-19.
Prosesnya berjalan lancar, dan setiap WNI asal Malaysia yang tiba di Pelabuhan BSJ langsung dipulangkan ke daerah asalnya seperti Sumut, Sumbar, Jambi, Bengkalis, Rohil dan beberapa daerah lain menggunakan Bus Komersil, perjalanannya pun diawasi oleh instansi terkait.
.png)

Berita Lainnya
7 Anggota PWI Riau Masuk Kepengurusan PWI Pusat 2025 - 2030. Berikut Ini Nama-namanya
DPR Desak Polisi Beri Info Detail soal Terduga Penembak FPI
36 Pedagang Pasar Raya Padang Positif Corona, 3 Orang Meninggal Dunia
PSN Diharapkan Bisa Serap Banyak Tenaga Kerja
Selebgram Keanu Angelo Akhirnya Meminta Maaf ke Masyarakat Riau
Duh! Sri Mulyani Sebut APBD Boros Gaji PNS
1,6 Juta Data Tak Lolos Validasi BLT Pekerja
Penerimaan CPNS Siap Dibuka Untuk 700.000 Guru dan 270.000 Tenaga Kesehatan
Kata Pengamat Soal Penghapusan Tenaga Honorer di 2023, Terlalu Berlebihan dan Tanpa Solusi
Diprediksi Akan Terjadi, Apa Itu Gelombang Kedua Virus Corona?
Erick Thohir Sebut Pembentukan Panja Mampu Perbaiki Kinerja Garuda Indonesia
Warga Aceh Minta Ahok Audit Pertamina dan Berantas Mafia Tanah